Senin, 20 Mei 2013

Gak perlu marah marah kok :)


Suatu cerita yang bener2 gue suka dari beberapa buku inspirasi yg gue baca, dan gue bener2 mau nerapin di sehari-hari walaupun gak semudah ekspetasi.

Suatu hari Ada sebuah kerajaan yang megah sekali. Suatu saat, Raja sedang pergi keluar kerajaan untuk menyelesaikan sebuah urusan.  Saat tenang pun tiba-tiba hilang karena muncul mahluk siluman yang buruk, bau, dan jelek memasuki persemayaman Raja. Dia pun duduk dimana tempat raja biasa duduk, tentu saja para penjaga kerajaan kaget lalu mengancam dengan kasar siluman buruk rupa itu “Cepat Kamu keluar dari sini! Dasar mahluk jelek!” kata para  penjaga. Saat siluman diperlakukan seperti itu, Tubuhnya mulai membesar, tamabah jelek, dan makin bau serta ucapan2 yang dikeluarkan makin kasar dan ia tidak mau beranjak dari tempat itu. Langsung saja karena jengkel para penjaga kerajaan menyodorkan pedang yang sudah di asah itu ke siluman sembari berkata “Jika kamu tidak mau pergi, akan kutebas dengan pedang ini!”.  Semakin siluman di ancam seperti itu, semakin tubuhnya membesar, membau, dan ucapan2nya kotor sekali, dan para penjaga pun terus memperlakukan siluman seperti itu sampai tubuhnya besaaaar sekali sampai kira2 lebih dari monster di film ultra man jepang. Akhirnya, Raja pun datang dan kaget melihat mahkuk yang dia sebelumnya belum pernah liat dengan ukuran sebesar itu, lalu raja pun bersikap tenang dan bijak. Jelas dong dia bisa bijak, kan dia Raja. Hahaha. Lalu dia berbicara “Waah ada tamu disini, apakah kamu sudah minum teh saat datang ke sini? Penjaga, tolong buatkan teh untuk tamu yang baik ini” dengan ramah sang raja berkata seperti itu, dan seketika juga tubuh siluman mengecil beberapa inchi.  Raja tak henti henti memperlakukan sang siluman dengan ramah sampai2 ia menwarkan untuk di pijit dan menawarkan Pizza dengan ukuran ekstra besar. Tubuh siluman pun terus menerus mengecil hingga menjadi kerdil, sesampai pizza datang, Siluman sudah tak terlihat lagi, mungkin hilang.

Nah dari cerita ini, kita bisa ambil hikmahnya, siluman itu ibarat amarah seseorang , Apabila kita seperti para penjaga yang mengolok2 dan memperlakukan siluman dan siluman menjadi besar, bau, dan kata2nya makin kasar, sama saja dengan kita membuat jengkel orang yang sedang marah, dan orang yang marah ini pasti akan bertambah jengkel, makin ngeselin, dan pasti kata2nya tak enak di dengar. Tapi kalo kita bisa menjadi sang Raja yang bijak yang memperlakukan siluman dengan ramah, siluman akan mengecil terus, terus bahkan menghilang. Sama saja jika ada seseorang yg sedang marah, berbuat baiklah terhadapnya, berbuat manis dan ramah, Pasti amarahnya mengecil2 dan mengecil. Toh buat apa marah terhadap orang yang baik dengan kita? Ya kan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar