Suatu cerita yang bener2 gue suka dari beberapa buku
inspirasi yg gue baca, dan gue bener2 mau nerapin di sehari-hari walaupun gak
semudah ekspetasi.
Suatu hari Ada sebuah kerajaan yang megah sekali. Suatu
saat, Raja sedang pergi keluar kerajaan untuk menyelesaikan sebuah urusan. Saat tenang pun tiba-tiba hilang karena
muncul mahluk siluman yang buruk, bau, dan jelek memasuki persemayaman Raja.
Dia pun duduk dimana tempat raja biasa duduk, tentu saja para penjaga kerajaan
kaget lalu mengancam dengan kasar siluman buruk rupa itu “Cepat Kamu keluar
dari sini! Dasar mahluk jelek!” kata para
penjaga. Saat siluman diperlakukan seperti itu, Tubuhnya mulai membesar,
tamabah jelek, dan makin bau serta ucapan2 yang dikeluarkan makin kasar dan ia
tidak mau beranjak dari tempat itu. Langsung saja karena jengkel para penjaga
kerajaan menyodorkan pedang yang sudah di asah itu ke siluman sembari berkata “Jika
kamu tidak mau pergi, akan kutebas dengan pedang ini!”. Semakin siluman di ancam seperti itu, semakin
tubuhnya membesar, membau, dan ucapan2nya kotor sekali, dan para penjaga pun
terus memperlakukan siluman seperti itu sampai tubuhnya besaaaar sekali sampai
kira2 lebih dari monster di film ultra man jepang. Akhirnya, Raja pun datang
dan kaget melihat mahkuk yang dia sebelumnya belum pernah liat dengan ukuran
sebesar itu, lalu raja pun bersikap tenang dan bijak. Jelas dong dia bisa
bijak, kan dia Raja. Hahaha. Lalu dia berbicara “Waah ada tamu disini, apakah
kamu sudah minum teh saat datang ke sini? Penjaga, tolong buatkan teh untuk
tamu yang baik ini” dengan ramah sang raja berkata seperti itu, dan seketika
juga tubuh siluman mengecil beberapa inchi.
Raja tak henti henti memperlakukan sang siluman dengan ramah sampai2 ia
menwarkan untuk di pijit dan menawarkan Pizza dengan ukuran ekstra besar. Tubuh
siluman pun terus menerus mengecil hingga menjadi kerdil, sesampai pizza
datang, Siluman sudah tak terlihat lagi, mungkin hilang.
Nah dari cerita ini, kita bisa ambil hikmahnya, siluman itu
ibarat amarah seseorang , Apabila kita seperti para penjaga yang mengolok2 dan
memperlakukan siluman dan siluman menjadi besar, bau, dan kata2nya makin kasar,
sama saja dengan kita membuat jengkel orang yang sedang marah, dan orang yang
marah ini pasti akan bertambah jengkel, makin ngeselin, dan pasti kata2nya tak
enak di dengar. Tapi kalo kita bisa menjadi sang Raja yang bijak yang
memperlakukan siluman dengan ramah, siluman akan mengecil terus, terus bahkan
menghilang. Sama saja jika ada seseorang yg sedang marah, berbuat baiklah
terhadapnya, berbuat manis dan ramah, Pasti amarahnya mengecil2 dan mengecil.
Toh buat apa marah terhadap orang yang baik dengan kita? Ya kan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar